Transmisi CVT atau AT, Mana yang Lebih Awet? Saat membeli mobil dengan transmisi otomatis, konsumen dihadapkan pada dua pilihan utama: CVT (Continuously Variable Transmission) dan AT konvensional (Automatic Transmission). Keduanya sama-sama menawarkan kemudahan berkendara tanpa perpindahan gigi manual, namun memiliki karakteristik yang berbeda.
Transmisi CVT Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah: mana yang lebih awet di antara keduanya? Untuk menjawabnya, mari kita ulas secara teknis, fungsional, dan dari sisi perawatan jangka panjang.
Perbedaan Dasar CVT dan AT

1. Transmisi CVT

CVT menggunakan sistem puli dan sabuk baja yang secara kontinu menyesuaikan rasio gigi, tanpa perpindahan gigi yang terasa seperti pada AT. Hasilnya, tarikan terasa halus dan konsumsi bahan bakar lebih efisien.
2. Transmisi AT Konvensional

AT menggunakan gearbox dengan planetary gear dan torque converter. Proses perpindahan gigi terasa lebih “kasar” dibanding CVT, namun dikenal lebih tahan banting dan responsif di medan berat.
Keawetan: CVT vs AT
Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi Ketahanan
Transmisi CVT:
- Lebih efisien untuk penggunaan harian di kota
- Komponen sabuk baja rentan aus jika sering digeber keras
- Tidak cocok untuk medan berat atau kebiasaan akselerasi mendadak
Transmisi AT:
- Lebih tangguh untuk perjalanan jauh dan kontur jalan naik-turun
- Sistem hidrolik dan komponen gear lebih tahan terhadap beban berat
- Lebih toleran terhadap gaya mengemudi agresif
Mana yang Lebih Awet?
Secara teori, AT konvensional lebih awet dalam jangka panjang, terutama jika sering digunakan di medan menantang atau dalam waktu tempuh yang panjang. Namun, CVT juga bisa sangat tahan lama jika digunakan sesuai peruntukannya, yaitu untuk mobilitas harian dengan gaya berkendara yang halus.
Faktor yang Mempengaruhi Umur Transmisi
- Gaya Mengemudi
- Pengemudi agresif lebih cepat merusak CVT
- AT lebih toleran terhadap akselerasi tiba-tiba
- Perawatan Berkala
- CVT sangat sensitif terhadap kualitas dan jadwal penggantian oli transmisi
- AT juga perlu ganti oli, tapi umumnya lebih jarang
- Beban Kendaraan
- CVT kurang cocok untuk membawa beban berat secara terus-menerus
- AT mampu menangani beban lebih besar
Biaya Perawatan dan Perbaikan
- CVT: Lebih mahal jika terjadi kerusakan besar karena sistem kompleks dan komponen lebih jarang tersedia
- AT: Lebih mudah diperbaiki dan suku cadang lebih banyak tersedia di bengkel umum
Rekomendasi Pemilihan
Pilih CVT jika:
- Mobil digunakan untuk keperluan harian di kota
- Ingin konsumsi BBM lebih hemat
- Gaya mengemudi Anda cenderung halus
Pilih AT jika:
- Sering bepergian jauh atau ke daerah pegunungan
- Membawa beban banyak secara rutin
- Ingin transmisi yang lebih tangguh dan minim perawatan
Transmisi CVT atau AT
Transmisi CVT maupun AT memiliki keunggulan masing-masing. Namun dari sisi keawetan dan ketahanan dalam jangka panjang, AT konvensional masih lebih unggul, terutama dalam kondisi berkendara ekstrem atau tidak ideal.
Kuncinya ada pada pemakaian dan perawatan. Gunakan sesuai kebutuhan, dan rawat dengan baik agar transmisi tetap awet hingga bertahun-tahun.